Di era digital, bisnis tidak cukup hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Banyak calon pelanggan mencari informasi melalui internet sebelum memutuskan untuk membeli produk atau menggunakan suatu layanan. Karena itu, kehadiran bisnis di dunia digital menjadi semakin penting.
Dua media yang sering digunakan untuk membangun kehadiran digital adalah website dan media sosial, seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan platform lainnya. Keduanya bisa membantu bisnis dikenal lebih luas, tetapi memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda.
Lalu, apa fungsi website untuk bisnis? Apa perbedaannya dengan media sosial, dan apakah bisnis perlu menggunakan keduanya?
Apa Fungsi Website untuk Bisnis?
Website bisnis adalah halaman digital yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai perusahaan, produk, atau layanan kepada pengunjung melalui internet. Website dapat menjadi tempat bagi calon pelanggan untuk mengenal bisnis dan menemukan informasi yang mereka butuhkan.
Berikut beberapa fungsi utama website untuk bisnis.
1. Membangun Kredibilitas dan Kepercayaan
Website dapat membantu bisnis terlihat lebih profesional karena informasi penting disajikan dalam satu tempat. Calon pelanggan bisa mempelajari profil bisnis, produk, layanan, portofolio, hingga informasi kontak tanpa harus mencari dari berbagai sumber.
Website bukan satu-satunya penentu kepercayaan pelanggan. Namun, informasi yang jelas, tampilan yang rapi, dan kontak yang mudah ditemukan dapat membantu memberikan kesan yang lebih meyakinkan.
2. Menjadi Pusat Informasi Bisnis
Informasi bisnis di media sosial biasanya tersebar dalam berbagai unggahan, video, Stories, atau kolom profil. Sementara itu, website memungkinkan bisnis menyusun informasi berdasarkan kategori dan kebutuhan pengunjung.
Misalnya, bisnis dapat menyediakan halaman khusus untuk profil perusahaan, daftar produk, detail layanan, pertanyaan umum, artikel, dan kontak.
Dengan begitu, calon pelanggan tidak perlu menggulir banyak unggahan hanya untuk menemukan informasi dasar.
3. Membantu Bisnis Ditemukan Melalui Google
Website memberikan kesempatan bagi bisnis untuk muncul di hasil pencarian Google ketika calon pelanggan mencari produk, layanan, atau informasi yang relevan.
Contohnya, seseorang yang mencari “jasa pembuatan website UMKM” dapat menemukan website penyedia layanan yang memiliki halaman relevan dan dioptimalkan dengan baik.
Peluang ini tidak berarti setiap website akan langsung muncul di halaman pertama Google. Visibilitas organik membutuhkan konten yang relevan, struktur website yang baik, pengalaman pengguna yang memadai, dan upaya SEO yang konsisten.
Bisnis yang ingin memahami langkah tersebut dapat mempelajari strategi SEO lokal untuk UMKM agar lebih mudah menjangkau calon pelanggan di wilayah yang ditargetkan.
4. Menampilkan Produk dan Layanan dengan Lebih Terstruktur
Website dapat digunakan sebagai katalog digital yang memuat foto produk, deskripsi, spesifikasi, variasi, harga jika tersedia, serta informasi pemesanan.
Bagi bisnis jasa, website juga bisa menampilkan jenis layanan, proses kerja, portofolio, dan studi kasus yang relevan.
Penyajian yang terstruktur membantu calon pelanggan membandingkan pilihan dan memahami penawaran bisnis sebelum menghubungi penjual.
5. Mendukung Pengumpulan Leads dan Penjualan
Website tidak hanya berfungsi untuk menampilkan informasi. Website juga dapat dirancang untuk mendorong pengunjung melakukan tindakan tertentu, seperti menghubungi bisnis melalui WhatsApp, mengisi formulir, meminta penawaran, atau melakukan pemesanan.
Tindakan tersebut dapat membantu bisnis memperoleh leads, yaitu calon pelanggan yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk atau layanan.
Agar efektif, setiap halaman perlu memiliki tujuan yang jelas dan petunjuk tindakan yang mudah dipahami pengunjung.
6. Menjadi Aset Digital yang Dapat Dikelola Bisnis
Media sosial memiliki aturan, fitur, dan algoritma yang ditentukan oleh masing-masing platform. Perubahan kebijakan atau distribusi konten dapat memengaruhi jangkauan sebuah akun.
Website memberikan ruang yang lebih besar bagi bisnis untuk mengatur struktur halaman, menyusun konten, dan menentukan pengalaman pengunjung sesuai kemampuan platform yang digunakan.
Meski demikian, website tetap bergantung pada penyedia hosting, domain, teknologi, dan pemeliharaan. Karena itu, bisnis perlu mengelolanya dengan baik agar tetap aman dan mudah diakses.
Apa Perbedaan Website dengan Media Sosial?
Website dan media sosial sama-sama dapat membantu bisnis membangun kehadiran digital. Perbedaannya terletak pada fungsi utama, cara menjangkau audiens, serta bagaimana informasi disajikan dan dikelola.
| Aspek | Website | Media sosial |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Pusat informasi, katalog, dan konversi | Membangun interaksi, distribusi konten, dan jangkauan audiens |
| Penyajian informasi | Dapat disusun dalam halaman dan kategori | Umumnya disajikan melalui profil, unggahan, video, dan Stories |
| Penemuan bisnis | Dapat ditemukan melalui mesin pencari dan tautan | Dapat ditemukan melalui feed, rekomendasi, pencarian, dan berbagi konten |
| Kontrol tampilan | Lebih fleksibel, bergantung pada platform yang digunakan | Mengikuti format dan fitur platform |
| Interaksi | Formulir, chat, pemesanan, atau fitur lainnya | Komentar, pesan langsung, likes, dan interaksi konten |
| Pengukuran | Dapat menggunakan analitik website yang sesuai | Menggunakan insight dan analitik yang tersedia di platform |
| Tantangan | Membutuhkan pengelolaan, pemeliharaan, dan strategi trafik | Jangkauan dipengaruhi algoritma dan kebijakan platform |
Perbedaan tersebut tidak membuat salah satunya selalu lebih unggul. Media sosial cocok untuk membangun hubungan dengan audiens, sedangkan website cocok untuk menyajikan informasi secara terstruktur dan mendukung proses bisnis yang lebih luas.
Mengapa Media Sosial Saja Belum Tentu Cukup?
Media sosial menawarkan cara yang praktis untuk memperkenalkan produk dan berinteraksi dengan pelanggan. Bisnis dapat mengunggah konten secara rutin, mengikuti tren, menjawab pertanyaan, dan membangun komunitas tanpa harus membuat website terlebih dahulu.
Namun, ada beberapa keterbatasan jika seluruh aktivitas digital hanya mengandalkan media sosial.
Informasi penting bisa tertumpuk. Ketika bisnis terus mengunggah konten baru, informasi produk atau layanan yang pernah dipublikasikan bisa semakin sulit ditemukan.
Format informasi mengikuti platform. Bisnis tidak selalu bisa mengatur susunan informasi, navigasi, dan tampilan halaman sesuai kebutuhan sendiri.
Jangkauan konten bisa berubah. Banyaknya pengikut tidak menjamin semua unggahan akan dilihat oleh mereka. Distribusi konten dapat dipengaruhi algoritma dan perilaku audiens.
Calon pelanggan membutuhkan informasi lebih lengkap. Untuk pembelian bernilai tinggi atau layanan profesional, pelanggan mungkin ingin membaca detail layanan, melihat portofolio, mempelajari profil perusahaan, atau membandingkan pilihan sebelum mengambil keputusan.
Website dapat membantu mengatasi kebutuhan tersebut dengan menyediakan tempat khusus untuk informasi yang lebih lengkap dan terorganisasi.
Apakah Website Bisa Menggantikan Instagram, TikTok, dan Facebook?
Tidak harus. Website dan media sosial memiliki keunggulan yang berbeda sehingga akan lebih efektif jika digunakan secara saling melengkapi.
Instagram dapat dimanfaatkan untuk menampilkan visual produk, portofolio, dan aktivitas bisnis. TikTok dapat digunakan untuk menjangkau audiens melalui video pendek yang menarik. Facebook dapat mendukung distribusi konten dan interaksi dengan komunitas yang relevan.
Sementara itu, website menjadi tempat yang dituju ketika calon pelanggan ingin memperoleh informasi lebih lengkap, melihat katalog, membaca artikel, atau menghubungi bisnis melalui jalur yang disediakan.
Sebagai contoh, sebuah bisnis kuliner dapat mengunggah video menu baru di TikTok dan foto produk di Instagram. Pada konten tersebut, bisnis dapat mengarahkan calon pelanggan ke website untuk melihat katalog lengkap, informasi pemesanan, atau detail layanan.
Dengan pendekatan ini, media sosial berperan sebagai salah satu pintu masuk, sedangkan website membantu menyajikan informasi dan mengarahkan pengunjung ke langkah berikutnya.
Kapan Bisnis Sebaiknya Memiliki Website?
Website dapat bermanfaat bagi berbagai jenis bisnis, tetapi kebutuhan dan prioritasnya berbeda-beda.
UMKM dan bisnis lokal: website dapat menampilkan lokasi, jam operasional, katalog, layanan, dan informasi kontak.
Bisnis jasa: website dapat digunakan untuk menjelaskan layanan, menampilkan portofolio, dan mengumpulkan permintaan penawaran.
Perusahaan B2B: website dapat menyajikan profil perusahaan, solusi, studi kasus, dan informasi yang membantu proses evaluasi calon klien.
Bisnis dengan banyak produk: website dapat membantu menyusun katalog agar pelanggan lebih mudah mencari dan membandingkan produk.
Bisnis yang ingin mengembangkan SEO: website menyediakan halaman yang dapat dioptimalkan untuk menjangkau pencarian yang relevan.
Jika bisnis masih baru dan anggarannya terbatas, memulai dari media sosial tetap masuk akal. Namun, ketika kebutuhan informasi semakin banyak, bisnis mulai ingin membangun kredibilitas, atau proses penjualan membutuhkan halaman khusus, website dapat menjadi langkah pengembangan yang layak dipertimbangkan.
Baca juga: Strategi SEO Lokal Untuk UMKM
Bagaimana Cara Memulai Website Bisnis?
Membuat website tidak selalu harus dimulai dengan proses pemrograman yang rumit. Bisnis dapat menggunakan website builder untuk menyusun halaman berdasarkan kebutuhan dan memilih desain yang sesuai.
Sebelum memulai, tentukan beberapa hal berikut:
Tujuan website. Apakah untuk memperkenalkan perusahaan, menampilkan katalog, mengumpulkan leads, atau menerima pesanan?
Informasi utama. Siapkan profil bisnis, deskripsi produk atau layanan, foto, portofolio, dan kontak.
Struktur halaman. Susun halaman agar pengunjung dapat menemukan informasi dengan mudah.
Tindakan yang diharapkan. Tentukan apakah pengunjung perlu menghubungi WhatsApp, mengisi formulir, atau melakukan pemesanan.
Optimasi dan evaluasi. Pastikan website nyaman digunakan di perangkat seluler, memiliki informasi yang relevan, dan performanya dapat dievaluasi.
Untuk bisnis yang ingin membangun website tanpa harus menulis kode dari awal, platform website builder dapat menjadi salah satu pilihan. EOS Indo Bisnis, misalnya, menyediakan platform untuk membantu bisnis membangun website dengan fitur yang disesuaikan untuk kebutuhan kehadiran digital bisnis.
Baca juga:Membuat Website Bisnis Tanpa Coding
Kesimpulan
Website dan media sosial memiliki fungsi yang berbeda, tetapi keduanya dapat bekerja bersama untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Media sosial membantu bisnis menjangkau audiens, memperkenalkan produk, dan membangun interaksi. Website membantu menyajikan informasi secara lebih terstruktur, mendukung visibilitas melalui mesin pencari, menampilkan katalog, serta mengarahkan calon pelanggan ke proses komunikasi atau penjualan.
Baca juga: Website Sebagai Pusat Informasi Bisnis
Karena itu, pertanyaannya bukan hanya apakah bisnis harus memilih website atau media sosial. Hal yang lebih penting adalah bagaimana keduanya digunakan sesuai tujuan bisnis.
Media sosial dapat menjadi tempat untuk menarik perhatian calon pelanggan, sedangkan website menjadi pusat informasi yang membantu mereka memahami penawaran bisnis dan mengambil langkah selanjutnya.
