Cara Membuat Landing Page yang Efektif untuk Meningkatkan Leads Bisnis

12 Oktober 20265 Kali Dibaca
cara membuat landing page fi

Website bisnis tidak selalu harus memiliki banyak halaman untuk menghasilkan peluang penjualan. Dalam situasi tertentu, satu halaman yang dirancang dengan baik justru dapat membantu bisnis menyampaikan penawaran secara lebih terarah.

Halaman tersebut dikenal sebagai landing page.

Landing page banyak digunakan untuk mempromosikan produk, menawarkan layanan, menjalankan kampanye pemasaran, hingga mengumpulkan informasi calon pelanggan. Namun, landing page yang menarik secara visual belum tentu mampu mendorong pengunjung mengambil tindakan.

Karena itu, memahami cara membuat landing page yang efektif menjadi penting bagi bisnis yang ingin memaksimalkan aktivitas pemasaran digital.

Apa Itu Landing Page?

Landing page adalah halaman website yang dirancang untuk mengarahkan pengunjung pada tujuan tertentu.

Tujuannya dapat berupa menghubungi tim penjualan, mengisi formulir, meminta penawaran, mendaftar layanan, atau melakukan pembelian.

Berbeda dengan halaman utama website yang biasanya menyediakan banyak informasi dan navigasi, landing page cenderung memiliki fokus yang lebih spesifik.

Sebagai contoh, perusahaan penyedia jasa pembuatan website dapat membuat landing page khusus untuk menawarkan paket website bisnis. Halaman tersebut berisi penjelasan layanan, manfaat, fitur, informasi harga jika tersedia, serta tombol untuk menghubungi tim penjualan.

Dengan pendekatan ini, pengunjung tidak perlu menelusuri banyak halaman untuk memahami penawaran yang sedang dipromosikan.

Mengapa Landing Page Penting untuk Bisnis?

Landing page membantu bisnis menyelaraskan pesan pemasaran dengan kebutuhan pengunjung.

Misalnya, ketika seseorang mengklik iklan mengenai jasa pembuatan website, pengunjung sebaiknya diarahkan ke halaman yang menjelaskan layanan tersebut, bukan ke halaman umum yang memuat berbagai informasi lain.

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh bisnis.

1. Menyampaikan Penawaran dengan Lebih Jelas

Landing page memberikan ruang untuk menjelaskan satu produk, layanan, atau penawaran secara terfokus.

Bisnis dapat menampilkan masalah yang ingin diselesaikan, manfaat layanan, proses kerja, dan langkah selanjutnya yang perlu dilakukan pengunjung.

2. Membantu Menghasilkan Leads

Leads adalah calon pelanggan yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk atau layanan bisnis.

Landing page dapat membantu mengumpulkan leads melalui formulir, tombol WhatsApp, permintaan konsultasi, atau permintaan penawaran.

Hasilnya tetap bergantung pada kualitas penawaran, relevansi pengunjung, dan kemudahan proses yang disediakan.

3. Mendukung Kampanye Pemasaran

Landing page dapat dibuat khusus untuk kebutuhan kampanye tertentu.

Contohnya, bisnis dapat membuat halaman untuk promosi produk baru, layanan tertentu, program diskon, atau kampanye yang ditujukan kepada segmen pelanggan tertentu.

Dengan demikian, pesan yang diterima pengunjung menjadi lebih konsisten dengan materi promosi yang mereka lihat sebelumnya.

4. Memudahkan Evaluasi Performa

Ketika landing page memiliki tujuan yang jelas, bisnis dapat mengevaluasi performanya melalui metrik seperti jumlah pengunjung, klik CTA, pengiriman formulir, dan jumlah leads yang diperoleh.

Data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.

Cara Membuat Landing Page yang Efektif

Membuat landing page tidak harus dimulai dari desain. Langkah pertama justru menentukan apa yang ingin dicapai melalui halaman tersebut.

1. Tentukan Tujuan Landing Page

Sebelum menyusun halaman, tentukan satu tujuan utama.

Apakah landing page ingin mendapatkan permintaan konsultasi, mengumpulkan leads, menjual produk, atau mendorong pengunjung menghubungi bisnis melalui WhatsApp?

Tujuan ini akan memengaruhi struktur halaman, isi konten, dan CTA yang digunakan.

Sebagai contoh, landing page untuk jasa konsultasi dapat berfokus pada tombol "Jadwalkan Konsultasi", sedangkan landing page produk dapat mengarahkan pengunjung ke informasi produk dan proses pemesanan.

Tujuan yang jelas membantu bisnis menghindari halaman yang terlalu banyak memuat pesan berbeda.

2. Buat Headline yang Langsung Menjelaskan Manfaat

Headline merupakan salah satu elemen pertama yang diperhatikan pengunjung.

Headline yang efektif menjelaskan apa yang ditawarkan dan mengapa penawaran tersebut relevan bagi calon pelanggan.

Hindari judul yang terlalu umum seperti "Selamat Datang di Website Kami" jika halaman tersebut dibuat untuk kampanye tertentu.

Contoh yang lebih spesifik:

Kurang spesifik: Solusi Digital Terbaik untuk Bisnis Anda.

Lebih spesifik: Bangun Website Bisnis untuk Menampilkan Produk dan Menjangkau Pelanggan Online.

Headline yang baik tidak harus panjang. Hal terpenting adalah pengunjung dapat memahami inti penawaran tanpa perlu menebak-nebak.

3. Jelaskan Masalah yang Ingin Diselesaikan

Pengunjung biasanya tertarik pada solusi yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Karena itu, landing page sebaiknya menjelaskan masalah yang dapat dibantu oleh produk atau layanan.

Misalnya, bisnis yang menawarkan jasa pembuatan website dapat membahas kesulitan menampilkan katalog secara terstruktur, keterbatasan informasi di media sosial, atau kebutuhan memiliki alamat website sendiri.

Setelah menjelaskan masalah, hubungkan dengan cara layanan membantu mengatasinya.

Hindari membuat klaim berlebihan atau menjanjikan hasil yang tidak dapat dipastikan.

4. Tampilkan Manfaat, Bukan Hanya Fitur

Fitur menjelaskan apa yang dimiliki produk, sedangkan manfaat menjelaskan bagaimana fitur tersebut membantu pengguna.

Contohnya:

  • Fitur: katalog produk online.

  • Manfaat: calon pelanggan dapat melihat produk tanpa harus meminta daftar produk secara manual.

  • Fitur: custom domain.

  • Manfaat: bisnis dapat menggunakan alamat website yang sesuai dengan identitas brand.

  • Fitur: tombol WhatsApp.

  • Manfaat: pengunjung dapat menghubungi bisnis melalui jalur komunikasi yang sudah familiar.

Penjelasan seperti ini membantu pengunjung memahami nilai penawaran dalam konteks kebutuhan mereka.

5. Gunakan Call to Action yang Jelas

Call to action atau CTA adalah elemen yang mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan berikutnya.

CTA dapat berupa tombol, tautan, atau elemen interaktif lainnya.

Contohnya:

  • Hubungi Kami

  • Minta Penawaran

  • Konsultasikan Kebutuhan Anda

  • Lihat Katalog Produk

  • Pesan Sekarang

Pilih CTA yang sesuai dengan tujuan landing page.

Jika tujuan utamanya mendapatkan leads, tombol "Minta Penawaran" atau "Konsultasikan Kebutuhan Anda" mungkin lebih relevan dibandingkan tombol yang tidak menjelaskan tindakan secara spesifik.

Pastikan CTA mudah ditemukan dan mengarah ke tujuan yang benar.

6. Tambahkan Bukti yang Mendukung Penawaran

Pengunjung mungkin ingin mengetahui apakah bisnis tersebut dapat dipercaya sebelum menghubungi atau melakukan pembelian.

Jika tersedia, landing page dapat menampilkan bukti pendukung seperti:

  • Testimoni pelanggan yang autentik

  • Studi kasus

  • Portofolio pekerjaan

  • Foto produk atau hasil layanan

  • Sertifikasi yang relevan

  • Informasi perusahaan

Gunakan bukti yang benar-benar dimiliki bisnis. Jangan membuat testimoni, angka keberhasilan, atau klaim pelanggan yang tidak dapat diverifikasi.

7. Susun Struktur Halaman yang Mudah Dipahami

Landing page sebaiknya memiliki urutan informasi yang logis.

Salah satu struktur yang dapat digunakan adalah:

  1. Headline dan penawaran utama.

  2. Penjelasan singkat mengenai masalah pelanggan.

  3. Manfaat produk atau layanan.

  4. Fitur atau detail penawaran.

  5. Bukti pendukung.

  6. Pertanyaan yang sering diajukan.

  7. CTA utama.

Struktur ini bukan aturan mutlak. Susun bagian halaman berdasarkan kebutuhan bisnis dan pertanyaan yang kemungkinan dimiliki calon pelanggan.

Untuk penawaran sederhana, halaman dapat dibuat lebih ringkas. Sementara itu, layanan yang kompleks mungkin membutuhkan penjelasan lebih lengkap.

8. Optimalkan Tampilan Mobile

Banyak pengunjung membuka website melalui ponsel. Karena itu, landing page perlu dirancang agar tetap mudah digunakan pada layar kecil.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Ukuran teks mudah dibaca.

  • Tombol dapat ditekan dengan nyaman.

  • Gambar tidak menutupi informasi penting.

  • Formulir tidak terlalu panjang.

  • Navigasi tidak membingungkan.

  • Halaman tidak membutuhkan waktu pemuatan yang berlebihan.

Jangan hanya memeriksa tampilan melalui komputer. Uji halaman pada ponsel untuk memastikan pengunjung dapat membaca informasi dan melakukan tindakan tanpa kesulitan.

9. Pastikan Landing Page Memiliki Informasi yang Akurat

Informasi yang tidak konsisten dapat mengurangi kepercayaan pengunjung.

Periksa kembali harga, paket, syarat penawaran, kontak, jam operasional, dan informasi lain yang ditampilkan.

Jika landing page mempromosikan suatu layanan, pastikan informasi tersebut sesuai dengan layanan yang benar-benar tersedia.

Selain itu, periksa seluruh tombol dan formulir. CTA yang terlihat bagus tetapi tidak berfungsi justru dapat membuat bisnis kehilangan peluang mendapatkan leads.

Contoh Struktur Landing Page untuk Bisnis Jasa

Bayangkan sebuah bisnis yang menyediakan jasa pembuatan website untuk UMKM.

Landing page-nya dapat disusun seperti berikut.

Bagian pertama: Penawaran utama

Headline menjelaskan bahwa bisnis membantu UMKM membuat website untuk menampilkan produk dan informasi usaha.

Bagian kedua: Masalah pelanggan

Jelaskan tantangan seperti informasi produk yang tersebar, kebutuhan memiliki katalog online, atau keinginan membangun identitas digital sendiri.

Bagian ketiga: Solusi dan manfaat

Terangkan layanan yang ditawarkan, termasuk fitur dan proses penggunaannya.

Bagian keempat: Contoh hasil pekerjaan

Tampilkan portofolio atau contoh website yang benar-benar pernah dibuat.

Bagian kelima: Pertanyaan umum

Jawab pertanyaan mengenai proses pembuatan, kebutuhan konten, domain, dan layanan pendukung.

Bagian keenam: CTA

Arahkan pengunjung untuk menghubungi bisnis atau meminta penawaran.

Contoh tersebut dapat disesuaikan dengan bisnis lain, mulai dari jasa fotografi, konsultasi, katering, hingga penyedia produk.

Kesalahan Landing Page yang Perlu Dihindari

Landing page tidak selalu efektif hanya karena memiliki desain yang menarik.

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Terlalu Banyak Tujuan

Jika satu halaman mengarahkan pengunjung ke terlalu banyak tindakan yang tidak berkaitan, mereka dapat kesulitan menentukan langkah berikutnya.

Tentukan satu tujuan utama dan gunakan tindakan tambahan hanya jika memang diperlukan.

Headline Terlalu Umum

Kalimat seperti "Kami Memberikan Solusi Terbaik" tidak menjelaskan produk, layanan, atau manfaat secara konkret.

Gunakan headline yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.

Terlalu Banyak Teks Tanpa Struktur

Informasi yang lengkap tetap harus mudah dipindai.

Gunakan subjudul, paragraf yang teratur, daftar, dan elemen visual yang mendukung isi halaman.

CTA Sulit Ditemukan

Jika pengunjung harus mencari terlalu lama untuk menemukan cara menghubungi bisnis, halaman perlu dievaluasi.

Letakkan CTA di lokasi yang relevan, misalnya pada bagian penawaran utama dan setelah penjelasan manfaat.

Tidak Melakukan Evaluasi

Landing page sebaiknya tidak dianggap selesai begitu dipublikasikan.

Periksa data performa secara berkala dan cari tahu apakah pengunjung melakukan tindakan yang diharapkan.

Cara Mengukur Keberhasilan Landing Page

Untuk mengetahui apakah landing page bekerja sesuai tujuan, bisnis perlu menentukan metrik yang relevan.

Beberapa metrik yang dapat digunakan antara lain:

Jumlah pengunjung: menunjukkan berapa banyak orang yang membuka halaman.

Klik CTA: menunjukkan berapa banyak pengunjung yang mengklik tombol tindakan.

Jumlah leads: menghitung calon pelanggan yang mengirim formulir atau menghubungi bisnis melalui jalur yang ditentukan.

Conversion rate: menunjukkan proporsi pengunjung yang menyelesaikan tindakan yang ditargetkan.

Sebagai contoh, jika landing page dikunjungi 500 orang dan 25 orang mengirim formulir, conversion rate berdasarkan pengiriman formulir adalah 5%.

Angka tersebut hanya contoh perhitungan, bukan patokan universal. Kinerja yang dianggap baik bergantung pada industri, sumber traffic, jenis penawaran, dan kualitas calon pelanggan.

Data dapat dipantau menggunakan alat analitik yang sesuai, asalkan event dan konversi telah dikonfigurasi dengan benar.

Membuat Landing Page dengan Website Builder

Membuat landing page tidak selalu mengharuskan bisnis membangun website dari awal menggunakan kode.

Website builder dapat membantu pengguna menyusun halaman, memasukkan konten, mengatur gambar, dan menambahkan elemen CTA melalui antarmuka yang tersedia.

Pendekatan ini cocok untuk bisnis yang ingin membuat halaman promosi tanpa harus menangani seluruh proses pengembangan secara manual.

Platform seperti EOS Indo Bisnis menyediakan lingkungan untuk membangun dan mengelola website bisnis melalui fitur website builder dan CMS yang tersedia.

Dengan struktur halaman yang tepat, bisnis dapat menggunakan website untuk menampilkan penawaran, katalog, informasi layanan, dan jalur komunikasi dengan calon pelanggan.

Meski demikian, efektivitas landing page tetap bergantung pada relevansi penawaran, kualitas konten, pengalaman pengguna, dan evaluasi performa setelah halaman dipublikasikan.

Baca juga:  Cara Membuat Website UMKM Profesional Tanpa Coding

Kesimpulan

Cara membuat landing page yang efektif dimulai dari menentukan tujuan yang jelas, memahami kebutuhan calon pelanggan, dan menyusun informasi secara terarah.

Headline yang spesifik, penjelasan manfaat, CTA yang mudah ditemukan, bukti pendukung, serta tampilan mobile yang nyaman merupakan elemen penting untuk dipertimbangkan.

Setelah halaman dipublikasikan, evaluasi performanya melalui data pengunjung, klik CTA, dan jumlah leads agar perbaikannya didasarkan pada hasil yang terukur.

Landing page bukan sekadar halaman promosi. Jika dirancang sesuai kebutuhan bisnis, halaman ini dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran digital untuk membantu menghubungkan pengunjung dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Hubungi tim EOS Indo Bisnis