Apa Itu AI Website Builder? Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya untuk Bisnis

8 Oktober 20267 Kali Dibaca
apa itu ai website bulider

Saat mulai berjualan secara online, bisnis biasanya dihadapkan pada dua pilihan: menggunakan marketplace atau membuat website sendiri.

Marketplace menawarkan tempat yang sudah memiliki banyak pengguna, sedangkan website memberikan ruang digital yang lebih bebas untuk membangun brand dan mengelola informasi bisnis.

Lalu, website vs marketplace, mana yang lebih baik untuk bisnis?

Jawabannya sebenarnya tidak sesederhana memilih salah satu. Keduanya memiliki fungsi dan kelebihan yang berbeda. Bahkan, dalam banyak kasus, bisnis dapat menggunakan marketplace dan website secara bersamaan untuk kebutuhan yang berbeda.

Apa Itu Marketplace?

Marketplace adalah platform digital yang mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu ekosistem.

Contohnya adalah platform e-commerce yang memungkinkan banyak toko menjual produk di dalam satu layanan.

Sebagai penjual, bisnis biasanya dapat:

  • Membuat toko online

  • Menambahkan produk

  • Menentukan harga

  • Menerima pesanan

  • Mengelola transaksi

  • Menggunakan sistem pembayaran yang tersedia

  • Memanfaatkan fitur promosi marketplace

Salah satu keunggulan marketplace adalah bisnis tidak perlu membangun sistem e-commerce dari awal.

Namun, toko tetap berada di dalam ekosistem marketplace tersebut.

Apa Itu Website Bisnis?

Website bisnis adalah situs yang dimiliki dan dikelola oleh sebuah bisnis untuk menyediakan informasi mengenai perusahaan, produk, layanan, maupun cara menghubungi bisnis tersebut.

Website dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti:

  • Profil perusahaan

  • Katalog produk

  • Daftar layanan

  • Portofolio

  • Artikel atau blog

  • Informasi kontak

  • Formulir inquiry

  • Pemesanan

  • Landing page

  • Informasi promosi

Berbeda dengan marketplace, website memberikan bisnis ruang yang lebih bebas untuk membangun identitas dan menyusun pengalaman pengunjung.

Perbedaan Website dan Marketplace

Secara sederhana, marketplace dapat diibaratkan seperti menyewa tempat di pusat perbelanjaan.

Bisnis mendapatkan tempat untuk berjualan dan dapat memperoleh pengunjung dari ekosistem yang sudah tersedia.

Sementara itu, website lebih mirip seperti memiliki toko sendiri.

Bisnis memiliki kendali lebih besar terhadap tampilan, informasi, struktur, branding, dan cara pengunjung berinteraksi dengan bisnis.

Website

Marketplace

Brand lebih bebas dikembangkan

Mengikuti ekosistem marketplace

Tampilan dapat dikustomisasi

Tampilan mengikuti sistem platform

Dapat menggunakan custom domain

Menggunakan alamat toko di marketplace

Cocok untuk membangun brand jangka panjang

Cocok untuk menjangkau pembeli marketplace

Dapat digunakan untuk berbagai jenis konten

Fokus utama pada aktivitas jual beli

SEO website dapat dikembangkan

Visibilitas bergantung pada sistem marketplace

Keduanya bukan berarti saling menggantikan.

Kelebihan Marketplace untuk Bisnis

1. Sudah Memiliki Pengunjung

Salah satu alasan banyak bisnis memilih marketplace adalah karena platform tersebut sudah memiliki basis pengguna.

Bisnis tidak harus memulai dari nol dalam mencari calon pembeli.

Orang yang memang sedang mencari produk dapat menemukan produk dari berbagai penjual dalam satu platform.

2. Proses Berjualan Lebih Praktis

Marketplace biasanya sudah menyediakan berbagai kebutuhan dasar untuk transaksi.

Mulai dari katalog, keranjang, pembayaran, hingga pengelolaan pesanan dapat tersedia dalam satu sistem.

Hal ini membuat bisnis lebih mudah memulai penjualan online.

3. Fitur Transaksi Sudah Tersedia

Bisnis tidak perlu membangun sistem pembayaran sendiri dari awal.

Marketplace umumnya menyediakan berbagai pilihan pembayaran dan sistem pengelolaan transaksi sesuai layanan yang mereka tawarkan.

4. Cocok untuk Validasi Produk

Marketplace juga dapat digunakan untuk menguji apakah sebuah produk memiliki permintaan di pasar.

Bisnis dapat melihat produk mana yang mendapatkan perhatian dan bagaimana respons pelanggan terhadap harga maupun penawaran.

Kekurangan Marketplace

Meskipun praktis, marketplace juga memiliki beberapa keterbatasan.

Persaingan Tinggi

Produk bisnis dapat tampil berdampingan dengan produk dari banyak penjual lainnya.

Calon pembeli dapat membandingkan harga, rating, promosi, dan produk dari berbagai toko.

Branding Lebih Terbatas

Bisnis tetap berada di dalam identitas visual dan sistem marketplace.

Ruang untuk membangun pengalaman brand biasanya tidak sebebas website sendiri.

Bergantung pada Platform

Bisnis perlu mengikuti aturan, fitur, kebijakan, dan perubahan sistem dari marketplace yang digunakan.

Perubahan algoritma atau kebijakan platform dapat memengaruhi bagaimana produk ditemukan dan ditampilkan.

Kelebihan Website untuk Bisnis

1. Membangun Identitas Brand

Website memberikan ruang bagi bisnis untuk menampilkan identitasnya sendiri.

Mulai dari warna, layout, foto, gaya komunikasi, hingga struktur halaman dapat disesuaikan dengan karakter brand.

Website dapat menjadi pusat informasi yang merepresentasikan bisnis secara lebih lengkap.

2. Memiliki Custom Domain

Website bisnis dapat menggunakan domain sendiri.

Contohnya:

namabisnis.com

Dibandingkan hanya memiliki halaman di platform pihak ketiga, custom domain dapat membuat alamat digital bisnis lebih mudah dikenali dan digunakan dalam berbagai materi promosi.

3. Menampilkan Informasi Lebih Lengkap

Marketplace umumnya berfokus pada produk dan transaksi.

Sementara itu, website dapat memuat informasi yang lebih luas.

Misalnya:

  • Tentang bisnis

  • Sejarah perusahaan

  • Layanan

  • Portofolio

  • Katalog

  • Artikel

  • FAQ

  • Lokasi

  • Kontak

  • Informasi pemesanan

Hal ini sangat berguna untuk bisnis yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga menyediakan jasa atau layanan.

4. Mendukung SEO

Website dapat dikembangkan agar lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.

Bisnis dapat membuat halaman berdasarkan produk, layanan, lokasi, maupun topik yang relevan dengan target pelanggan.

Konten tersebut kemudian dapat menjadi pintu masuk bagi calon pelanggan yang mencari informasi melalui Google.

5. Menjadi Pusat Informasi Bisnis

Website dapat berfungsi sebagai pusat digital bisnis.

Media sosial, marketplace, iklan, maupun materi promosi lainnya dapat mengarahkan calon pelanggan menuju website.

Dengan begitu, pengunjung memiliki satu tempat untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai bisnis.

Kekurangan Website

Website juga memiliki tantangan tersendiri.

Harus Mendatangkan Pengunjung

Memiliki website tidak otomatis membuat banyak orang datang.

Bisnis perlu membangun traffic melalui SEO, media sosial, iklan, referral, maupun channel pemasaran lainnya.

Membutuhkan Pengelolaan

Informasi website harus tetap diperbarui.

Produk, harga, kontak, promo, maupun informasi lainnya perlu diperiksa secara berkala.

Perlu Memikirkan Struktur Website

Website yang terlalu rumit dapat membuat pengunjung kesulitan menemukan informasi.

Karena itu, struktur navigasi, konten, CTA, dan pengalaman pengguna perlu diperhatikan.

Apakah Website Lebih Baik daripada Marketplace?

Tidak selalu.

Website dan marketplace memiliki tujuan yang berbeda.

Marketplace unggul dalam hal akses terhadap ekosistem pembeli yang sudah tersedia dan kemudahan transaksi.

Website unggul dalam hal kontrol terhadap brand, informasi, struktur, dan kehadiran digital bisnis.

Jadi, pertanyaannya bukan hanya:

“Website atau marketplace?”

Tetapi:

“Kebutuhan apa yang ingin diselesaikan oleh bisnis?”

Jika tujuan utamanya adalah menjangkau pembeli yang sudah aktif mencari produk, marketplace dapat menjadi pilihan yang menarik.

Jika tujuan utamanya membangun brand, menyediakan informasi lengkap, mendapatkan traffic dari mesin pencari, dan memiliki pusat informasi sendiri, website dapat memberikan manfaat yang berbeda.

Mengapa Bisnis Bisa Membutuhkan Keduanya?

Menggunakan website dan marketplace secara bersamaan dapat menjadi strategi yang saling melengkapi.

Misalnya, sebuah bisnis fashion memiliki toko di marketplace untuk menerima transaksi.

Bisnis tersebut juga memiliki website sendiri yang berisi:

  • Profil brand

  • Koleksi produk

  • Cerita bisnis

  • Katalog

  • Artikel

  • Informasi ukuran

  • Panduan pembelian

  • Kontak

Marketplace digunakan sebagai salah satu channel transaksi, sedangkan website menjadi pusat informasi dan branding.

Media sosial kemudian dapat mengarahkan calon pelanggan ke website maupun marketplace sesuai kebutuhan.

Dengan cara ini, bisnis tidak harus bergantung pada satu channel saja.

Website sebagai Pusat Digital Bisnis

Salah satu fungsi penting website adalah menjadi pusat informasi yang dimiliki dan dikelola oleh bisnis.

Bayangkan seseorang menemukan bisnis melalui Instagram.

Ia kemudian ingin mengetahui:

  • Produk apa saja yang tersedia?

  • Apa alamat bisnisnya?

  • Bagaimana cara menghubungi?

  • Apakah ada katalog?

  • Apa layanan yang tersedia?

  • Bagaimana cara melakukan pemesanan?

Jika semua informasi tersebut tersedia secara terstruktur di website, calon pelanggan tidak perlu mencari informasi dari banyak tempat.

Website dapat menjadi titik yang menghubungkan berbagai channel pemasaran bisnis.

Website Bisnis Tidak Harus Rumit

Sebagian bisnis mungkin menganggap membuat website membutuhkan proses teknis yang panjang.

Padahal, kebutuhan setiap bisnis berbeda.

Bisnis kecil mungkin cukup membutuhkan:

  • Halaman utama

  • Profil

  • Produk atau layanan

  • Galeri

  • Kontak

  • WhatsApp

Sementara perusahaan yang lebih besar mungkin membutuhkan struktur halaman yang lebih kompleks.

Yang penting bukan membuat website dengan sebanyak mungkin fitur, tetapi membuat website yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pelanggan.

Bagaimana Memilih Website atau Marketplace?

Sebelum menentukan pilihan, coba jawab beberapa pertanyaan berikut.

Apakah bisnis membutuhkan tempat untuk membangun brand?

Jika iya, website dapat menjadi pilihan yang penting.

Apakah bisnis membutuhkan akses ke pembeli marketplace?

Jika iya, marketplace dapat menjadi salah satu channel penjualan.

Apakah bisnis ingin ditemukan melalui Google?

Website dapat dikembangkan dengan strategi SEO dan konten yang relevan.

Apakah bisnis membutuhkan katalog online?

Katalog dapat dibuat di website maupun marketplace, tetapi website memberikan lebih banyak fleksibilitas dalam cara menampilkan informasi.

Apakah bisnis ingin memiliki aset digital sendiri?

Website dengan domain sendiri dapat menjadi salah satu aset digital jangka panjang bisnis.

Website dan Marketplace di EOS Indo Bisnis

EOS Indo Bisnis membantu bisnis membangun website sendiri untuk menampilkan informasi bisnis secara lebih terstruktur.

Website dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti profil bisnis, katalog produk, konten, galeri, dan informasi kontak.

Dengan adanya website sendiri, bisnis tidak harus menjadikan marketplace sebagai satu-satunya tempat calon pelanggan mengenal bisnis.

Website dapat digunakan sebagai pusat informasi yang kemudian terhubung dengan berbagai channel pemasaran lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, marketplace dan website tidak harus dipandang sebagai dua pilihan yang saling bersaing.

Keduanya dapat digunakan untuk fungsi yang berbeda dalam strategi digital bisnis.

Kesimpulan

Website vs marketplace bukan tentang menentukan mana yang paling bagus secara mutlak.

Marketplace memberikan kemudahan untuk mulai berjualan dan menjangkau ekosistem pembeli yang sudah tersedia.

Sementara itu, website memberikan ruang yang lebih besar untuk membangun brand, menyediakan informasi bisnis, mengembangkan SEO, menggunakan custom domain, dan membangun pusat digital yang dapat dikelola oleh bisnis.

Untuk banyak bisnis, pilihan terbaik justru bukan memilih salah satunya.

Marketplace dapat digunakan sebagai channel penjualan, sementara website menjadi pusat informasi dan identitas digital bisnis.

Dengan memahami fungsi masing-masing, bisnis dapat menggunakan kedua channel tersebut secara lebih strategis sesuai kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.